Tugas mindset kewirausahaan

NAMA: NUR AZIZAH ARDATILLAH NIM: 240907502001 KELAS: A MEREVIEW VIDEO MINDSET 1 DAN MINDSET 2 Video Mindset 1 Esensialitas: hal mendasar dalam pola pikir (mindset). Eksternal attribution yaitu kecenderungan menyalahkan faktor luar (lingkungan, keadaan) ketimbang melihat kemampuan diri. Hubungan Mindset dengan Perusahaan Mindset menentukan cara pandang terhadap fenomena → cara pandang membentuk kepercayaan → kepercayaan memengaruhi perilaku. Dalam perusahaan, mindset positif melahirkan kinerja, daya juang, dan inovasi; mindset negatif melahirkan stagnasi. Mindset dan kewirausahaan saling terkait. Mindset bisa menunjang bisnis contohnya: growth mindset membuka peluang, mencari solusi. Bisnis juga bisa membentuk mindset baru contoh: pengalaman jatuh bangun dalam usaha melatih mental wirausaha. Perbedaan Bisnis & Kewirausahaan Bisnis: aktivitas berdagang/mencari keuntungan. Kewirausahaan (entrepreneurship): lebih luas, ada spirit inovasi, kreativitas, kepemimpinan, dan keberanian mengambil risiko. Tidak semua pebisnis memiliki jiwa kewirausahaan, tapi setiap entrepreneur pasti berhubungan dengan bisnis. Mindset sebagai Sudut Pandang Mindset adalah “bengkel pikiran” → menentukan keyakinan & perilaku. Contoh ilustrasi 1 + 1 ≠ 2: menunjukkan pentingnya perspektif. Dalam konteks berbeda, hasil bisa berbeda. Fixed Mindset vs Growth Mindset Fixed Mindset: Merasa kemampuan tetap & terbatas. Mudah menyerah, menghindari tantangan, defensif terhadap kritik. Contoh: “saya tidak bisa, saya tidak punya modal/teman/keahlian.” Growth Mindset: Percaya kemampuan bisa berkembang. Mencari solusi, melihat tantangan sebagai peluang, menjadikan kritik sebagai masukan. Contoh: “bagaimana cara saya bisa melakukannya?” VIDEO MINDSET 2 1. Teori Atribusi (Attribution Theory) Dalam teori atribusi, kita melihat bagaimana seseorang menjelaskan penyebab suatu kejadian. Ada dua cara utama: • Atribusi Internal: Menyalahkan diri sendiri atau faktor internal. Contohnya, "Mobil saya mogok karena saya malas merawatnya." • Atribusi Eksternal: Menyalahkan faktor luar. Contohnya, "Mobil mogok karena jalannya rusak dan mobilnya sudah tua." Pola pikir kita sangat dipengaruhi oleh kecenderungan ini, apakah kita lebih sering menganggap diri sendiri sebagai penyebab masalah atau justru menyalahkan keadaan di luar diri kita. 2. Mindset dalam Kewirausahaan Pertanyaan inti: apakah mindset yang menunjang wirausaha, atau wirausaha yang membentuk mindset? Jawaban: keduanya saling berpengaruh, tapi mindset adalah pondasi. Tanpa mindset yang baik (growth mindset), wirausaha sulit berkembang. Bisnis tanpa jiwa wirausaha hanya sekadar berdagang, tidak ada inovasi. 3. Fixed Mindset vs Growth Mindset Dua jenis mindset ini sangat berbeda. Seseorang dengan fixed mindset merasa kemampuannya tidak bisa berubah, mudah menyerah, dan menolak kritik. Sebaliknya, orang dengan growth mindset percaya bahwa mereka bisa terus belajar dan berkembang. Mereka akan menghadapi tantangan, mencari solusi saat menemui hambatan, dan melihat kritik sebagai kesempatan untuk belajar. 5 kategori perbedaan utama: Challenge → fixed: menghindar | growth: menghadapi. Obstacles → fixed: menyerah | growth: mencari cara. Effort → fixed: dianggap sia-sia | growth: dilihat sebagai jalan sukses. Criticism → fixed: ditolak | growth: dijadikan masukan. Success of others → fixed: merasa terancam | growth: terinspirasi. 4. Mindset sebagai Pondasi Wirausaha Mindset diibaratkan pondasi rumah: jika mindset bagus, maka arah bisnis juga positif. Contoh mindset baik → bisnis sebagai ibadah (melayani kebutuhan orang lain, bukan sekadar mengejar profit). Profit adalah dampak dari melayani kebutuhan, bukan tujuan tunggal. 5. Jenis Modal dalam Berwirausaha Tidak hanya modal finansial, ada 4 modal utama: Modal finansial (uang, aset). Modal sosial (jejaring, relasi). Modal networking (koneksi yang lebih luas). Modal psikologi (kepercayaan diri, kejujuran, integritas). 6. Elemen Kinerja dengan Mindset Tinggi ada 7 elemen kunci: Desire (keinginan/hasrat). Komitmen. Integrity & wisdom (integritas & kebijaksanaan). Responsibility (tanggung jawab). Hard work (kerja keras). Persistence (ketekunan). Self-governance (kendali diri). 7. Prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) Prinsip ATM bukan tentang menjiplak. Sebaliknya, ini adalah cara untuk melatih mindset kreatif dan inovatif. Kita mengamati karya orang lain sebagai inspirasi, lalu menirunya, dan yang terpenting, memodifikasinya dengan sentuhan pribadi agar menciptakan sesuatu yang baru dan unik. Hal ini sama seperti seorang pelukis yang menggunakan warna umum, tapi menciptakan lukisan yang benar-benar orisinal dengan gaya khasnya sendiri.









 



















Posting Komentar

0 Komentar